Anda orang besar dengan pemikiran besar. Anda kecil bila berpikir kecil. Keterbatasan anda adalah pikiran anda. Mimpi anda dianugrahkan agar anda bisa berpikir besar. Maka bermimpilah menjadi besar. Mulailah dari pikiran anda meletakkanya dalam pikiran. Tidak ada salah pda lingkungan sekitar. Tidak pula salah pada waktu anda. Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi anda untuk meraih keberhasilan. Tinggal anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar.
Sabtu, 23 Agustus 2008
SEDIKIT DEMI SEDIKIT LAMA-LAMA JADI DECH
Pepatah ini sederhana saja, kita bisa memaknainya,bahwa bila kita mengumpulkan sesen demi sesen, pada saatnya kita akan mendapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tetang hidup hemat, atau ketekununan menabung.
pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebh berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu :bila kita mampu mengumoulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Yaitu, bila disertai denga secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terimakasih, tesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja,. Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda.
Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dantindakan anda pun jadi kerdil.
Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal yang penting dan berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari piiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah,dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita.Padahal dunia dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita lihat. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri sendir.
maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampui diatas iiitu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menu Link
link anda
Blog ini menggunakan auto link. Untuk menyimpan link kamu disini, masukkan nama & url kamu pada kolom dibawah ini kemudian klik enter.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar